Pulau itu terapung disekitar pusat Laut Mediterania
Gozo adalah nama pulau itu.
Pulau Gozo merupakan bagian dari Kepulauan Maltese yang terletak di Laut Mediterania, dan Pulau tersebut sangat terkenal dikalangan turis. Garis Pantainya penuh keberagaman, menghasilkan pemandangan yang sangat indah, dengan dermaga berwarna abu-abu yang disertai laut yang biru semakin memikat para turis untuk datang
Gozo juga dikenal sebagai pulau yang dipenuhi oleh reruntuhan kuno.
Di pulau tersebut, terdapat banyak catacombs, dan lingkaran bebatuan didalam hypogeum, yang termasuk kedalam struktur bebatuan raksasa, yang katanya merupakan karya manusia paling tua, melebihi zaman Neolithic , yang tersisa dalam jumlah yang banyak.
Hal seperti, Manusia jenis apa yang membuatnya ? Atau Dewa macam apa yang disembah oleh mereka? ----Masih menjadi misteri.
Disalah satu Reruntuhan Kuno tersebut, didalam catacomb yang tak bernama, seorang pria mengeluarkan suaranya dengan kencang.
“Guaaaaaaaaaa, Enakkkk!”
Dia seorang pria tinggi dengan fisik yang sempurna. Mukanya terlihat galak, dan dia berkulit kecoklatan (TL: sawo matang (?)).
Apa dia memotong rambutnya sendiri? Rambutnya terlihat acak-acakan, seperti dia memotongnya dengan pisau secara sembarangan. Terlihat jelas dagunya yang habis dicukur. Dia mempunyai style seperti mafia zaman dulu, atau seorang yang gagal menjadi detektif, Daripada seorang peneliti Reruntuhan kuno yang mempunyai jaket dan topi berwarna serupa (red: kata “serupa(same)” merujuk dengan warna pakaian yang dia pakai saat ini) .
Usianya kira-kira empat puluh tahunan. Pria tersebut memegang botol bajtra yaitu minuman keras fermentasi yang dibuat dari buah pear.
Dia duduk dikursi kempingnya, sambil menselonjorkan kakinya. Dia minum di siang hari.
“Ini menyenangkan; Langit Biru, awan putih, makanan serta alkohol yang enak. Inilah yang disebut kehidupan.”
Setelah berkata seperti itu, Pria tersebut mulai memakan sosis yang telah ia panggang di api unggun.
Sosis daging spesial dari kepulauan Malta mulai menebar aroma harum disekitarnya.
Pria tersebut meneguk araknya lagi dari dalam botol setelah memakan sosis tersebut secara brutal.
Kemudian, dari mulutnya keluar suara rasa penyesalan.
“Ini akan sempurna, Jika saja ada wanita penghibur duduk disampingku….”
“Apa maksudmu Dok?”
Orang yang barusan berkata adalah seorang wanita Kausasia dengan perkiraan umur dua puluh tahunan.
Dia memakai pakaian petualang yang memberikan kesan “safari”, tapi sebaliknya, penampilan tersebut malah memberikan dia kesan elegan, berkompeten serta memiliki displin yang tinggi.
Terdapat sedikit make-up yang membalut wajahnya dan dia memliki rambut pendek.
Dengan penampilannya, dia memiliki aura seorang peneliti profesional.
“Ah…… dengan kata lain, Nyonya Caruana, Cuaca sekarang sedang bagus, kau seharusnya belajar dari para gadis itu, dan memakai pakaian yang lebih “menantang”, benarkan? Atau pakaian yang sejenisnya. Aku yakin, jika kau mau melakukannya hal tersebut akan menambah semangat para penambang.”
Pria tersebut menyadari bahwa wanita tersebut menatapnya dengan pandangan penuh amarah, dan ekpresinya berubah menjadi seperti seekor anjing yang sedang dimarahi oleh tuannya. Lalu pria tersebut membuka buku katalog baju renang dan tertawa seperti orang gila.
“Maaf mengecewakanmu, tapi hal tersebut bukan bagian dari pekerjaanku.”
Riana Caruana – Wanita Kaukasia yang menjadi Supervising senior advicer dari empat grup peneliti di Reruntuhan Kuno Gozo, secara kasar merebut majalah tersebut dari tangan si Pria
Pria yang dipanggil Doc itu, Mengangkat bahunya, dan menggoyangkan kepalanya sambil berkata, “Ya ampun”. Dengan alasan yang misterius, dia menatap dada Riana dengan pandangan mengasihani,
“Kau terlalu kaku. Kita sudah jauh-jauh datang ke Laut Mediterania, Seharusnya kau lebih menikmatinya seperti orang-orang Latin lainnya. Kau tidak perlu terlalu khawatir, di Negaraku ada yang mengatakan “Dada Yang Kecil Adalah Aset yang sangat berharga”, Meskipun dadamu kecil, “mereka” tetap diperlukan.”
“Aku akan berterima kasih jika kau tidak menambah beban kerjaku, karena prosedur untuk menggugat pelaku pelecahan seksual ke pengadilan sangat melelahkan .”
“Kau juga, bagaimana kalau bekerja lebih sedikit serius, seperti orang jepang umumnya yang terkenal dengan ketekunannya ?
Selain itu, yang tadi hanya pemikiran bodohmu saja bahwa semua orang-orang dari Amerika Latin senangnya bermalas-malasan. Jangan lupa, sejak zaman dulu, pulau ini makmur karena terletak dikawasan perdagangan. Lokasi yang sangat
“Aku tidak lupa. Pulau ini adalah bagian dari kesatuan Kerajaan Laut Utara, dan “Demon Sanctuary” tertua didunia.
”. Selain itu, didalam sejarah dikatakan bahwa pulau ini menjadi basis perlawanan terhadap invasi dari Primogenitor kedua, “Dynasty of the Ruined”.”
Sambil meminum arak yang tersisa didalam botol, Pria yang dipanggil Doc itu tersenyum kecut.
“Tapi ini tidak berhubungan dengan pekerjaanku. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa melakukan apapun sampai semua personil kita berkumpul“.
“Itu benar.... tapi…”
“Ayo kita kerjakan dengan cara kita masing-masing. Sesuatu tidak akan terjadi jika kau hanya melakukannya secara sembarangan. Selain itu cepat selesaikan tugasmu”
Setelah berkata dengan nada yang seenaknya, Pria tersebut memanjangkan tangannya untuk mengambil sosis yang baru
Pada saat itu terdengar suara ledakan yang memekingkan telinga. Suara tersebut berasal dari belakang.
Bumi berguncang, seperti sebuah pilar api muncul dari dalamnya.
Kumpulan debunya membuat langit menjadi berwarna keabu-abuan .
Pusat ledakan berasal dari sisi lain area bebatuan dimana sekarang mereka berada yaitu berada disekitar pintu masuk catacomb. Jika hanya menggunakan mesiu pada situs penggalian tidak masalah, tapi ledakan ini terlalu besar skalanya untuk sebuah mesiu .
Beberapa bagian dari Reruntuhan Kuno sudah hancur, dan batu-batu berjatuhan seperti hujan . Bersamaan dengan teriakan para pekerja yang berusaha untuk keluar, terdengar suara tembakan.
Sudah jelas ini bukan ledakan yang disebabkan untuk membuka jalan pada situs penggalian. Sedang terjadi sesuatu diluar dugaan.
“Ah… Yeah, yeah, Yang aku maksud seperti itu……”
Pria tersebut bersikap acuh tak acuh, sambil melihat Reruntuhan Kuno yang runtuh bersamaan dengan asap ledakan. Riana memandanginya lalu berteriak
“Ini bukan saatnya untuk tenang!!! Apa yang sebenarnya sedang terjadi..!?”
“Ah…. Hey, nyonya Caruana…"
Belum sempat dia mengeluarkan kata-kata untuk menghentikannya, Riana sudah memanjat dinding dan berlari dengan cepat. Sambil membelakangi hembusan ledakan, dia secara ceroboh malah menuju ke pusat ledakan.
Dari lidah sang pria terdengar suara “ck”, dan sejak tidak punya pilihan lain, dia mengejar Riana sambil membawa sarung senapan kesayangannya.
Dia mendengar suara tembakan dan teriakan dari dalam kumpulan debu tersebut
Tidak banyak orang yang bekerja, karena pekerjaan menambang di Reruntuhan Kuno sedang diliburkan. Yang ada hanya, orang dari perusahaan militer yang bekerja sebagai Pasukan pelindung Reruntuhan Kuno.