Sabtu, 19 September 2015

5 Penemuan Hebat Oleh Perempuan / Wanita

Josephine Cochrane,1886

1. Alat pencuci piring otomatis.

Josephine Cochrane bukan perempuan yang suka cuci piring, namun dialah yang menemukan alat otomatisnya dan mendapatkan paten pada 1886. Ia membuat alat ini karena frustasi melihat pelayannya selalu memecahkan piring-piring cantik orientalnya.






Tabitha Babbit,1810 

2. Gergaji bundar.


 

Alat ini ditemukan oleh Tabitha Babbit pada 1810. Awalnya ia melihat kaum lelaki di lingkungan tempat tinggalnya, komunitas Shaker, menggunakan gergaji besar yang digerakkan oleh dua orang maju dan mundur. Menurut Tabitha, alat itu tidak praktis dan buang tenaga, maka ia menciptakan gergaji melingkar. Namun karena aturan kaum Shaker, penemuannya tidak dipatenkan atas namanya.




Ruth Wakefield,1930 

3. Kue cokelat. 

 

 Gara-gara salah membuat kue untuk tamu penginapannya, Ruth Wakefield menemukan chocolate chip cookies pada tahun 1930. Ia salah memasukkan jenis cokelat, seharusnya cokelat leleh tapi yang dipakai cokelat untuk roti. Resep salah ini malah dibeli Nestle karena melihat banyak yang suka pada kue buatan Ruth.




Rachel & Elizabeth,1950. 

4. Nystatin


 
Mungkin istilah ini asing bagi Anda. Nystatin adalah cikal bakal obat penyembuh jamur kulit manusia. Diciptakan oleh dua perempuan yang tinggal berjauhan namun sama-sama bekerja di Departemen Kesehatan New York. Rachel Fuller Brown di New York, dan Elizabeth Lee Hazen di Albany. Penemuan keduanya dipatenkan pada 1950.




Bette Nesmith Graham,1958. 

5. Penghapus cair. 



Sebagai pengetik yang akhirnya jadi sekretaris, Bette Nesmith Graham sering kesal bila hasil ketikan harus diulang lagi hanya karena salah ketik satu huruf. Ketika melihat cara pembuatan cat, ia menemukan ide membuat penghapus cair, salah satu yang terkenal adalah Tip-Ex. Ia mendapat patennya pada 1958.





Mengapa Orang yang Gajinya Pas-pasan, Otaknya akan Menjadi Makin Tulalit?

Sebuah hasil studi mengatakan sebuah fakta yang menyedihkah  sekaligus mengejutkan : orang yang penghasilan atau gajinya pas-pasan (ngepas banget) , dalam jangka panjang daya koginisi dan kemampuan otaknya akan makin tumpul. Alias orang itu akan menjadi makin tulalit (telat mikir atau terlambat berpikir)

Jadi studi ilmiah itu menunjukkan : jika saya penghasilannya pas-pasan, maka pelan-pelan saya akan menjadi orang yang makin bodoh. Kekuatan dan daya kognisi saya akan makin menurun dengan drastis.

Mengapa  bisa begitu? Dan apa implikasinya bagi nasib hidup Anda untuk kedepannya?

Studi gabungan tim peneliti dari Harvard dan Princeton itu, melalui serangkaian eksperimen menemukan fakta : daya kognisi orang dengan penghasilan yang pas-pasan atau bahkan terbatas, akan makin menurun, dan kemampuannya untuk melakukan problem solving menjadi makin memburuk.

Eksperimen itu juga menemukan fakta yang agak lucu namun valid : kecerdasan otak kita saat tanggal muda cenderung lebih bagus dibanding kecerdasan kita saat tanggal tua.

Kenapa orang yang gajinya terbatas menjadi makin tulalit?

Penyebabnya  sederhana : karena kemampuan memori otak kita itu sejatinya terbatas. Otak kita cenderung membenci multitasking, dan otak kita suka gagap jika diajak untuk memikirkan beragam hal yang rumit, secara bersamaan (at the same time).

Nah, studi mengatakan , orang yang penghasilannya pas-pasan, daya energi otaknya cenderung selalu terserap habis memikirkan kondisi keuangannya yang serba terbatas.

Orang yang penghasilannya terbatas, cenderung dihantui kecemasan dan stress memikirkan kondisi keuangannya yang serba pas-pasan (pas tanggal 15, sudah habis buat bayar cicilan ini itu).

Faktanya : penelitian lain menunjukkan sumber pemicu stress no. 1 kebanyakan orang adalah masalah kondisi keuangan yang terbatas (baru kemudian menyusul faktor beban pekerjaan dan kesehatan).

Apa yang terjadi saat pikiranmu dibebani stress karena memikirkan kondisi keuangan yang serba terbatas? Cadangan energi otak Anda untuk menyelesaikan beragam problem lain secara kreatif, menjadi habis.

Kapasitas otak Anda sudah habis memikirkan kondisi keuangan yang serba sulit; dan otak Anda menjadi makin tulalit saat diminta menuntaskan problem lain dalam hidup (misal problem pekerjaan, peluang usaha, dll).

Beberapa kali, saya menerima email dari pembaca yang bunyinya kira-kira seperti ini : “Mas, saya terjerat hutang ratusan juta mas. Saya bingung harus berbuat apa. Mohon dibantu mas”.

Atau email lain seperti ini : “Mas gaji saya pas-pasan dan serba kekurangan. Apa yang harus saya lakukan untuk mengubah nasib mas?”

Dulu, saat saya menerima email seperti itu, saya suka garuk-garuk kepala. Ini orang sudah akil balik, kok, kayak anak kecil, hanya bisa meminta-minta tolong. Ndak kreatif mencari solusi sendiri.

Setelah membaca hasil studi itu, saya jadi merasa lebih paham dan berempati.

Orang itu mengirim email, dan minta tolong solusi karena memang sudah tidak bisa mikir sendiri. Daya kognisi-nya sudah terserap habis memikirkan kondisi keuangannya yang serba kekurangan. Daya kognisi untuk berpikir secara jernih dan solutif, sudah lenyap.

Studi itu lalu memunculkan lingkaran atau siklus hidup yang kelam seperti ini :

Orang dengan gaji yang kecil > daya kognisinya menurun > tidak kreatif mencari solusi perubahan nasib > maka nasib hidupnya akan tetap stagnan > penghasilannya akan tetap kurang > berlanjut ke siklus awal.

Siklus yang kelam tersebut, bisa membuat Anda terjebak dalam hidup yang serba terbatas untuk selamanya.

Yang muram, siklus seperti itu rasanya banyak terjadi di sekeliling kita. Banyak orang yang gajinya terbatas, tetap aja stagnan kondisi keuangannya.

Kenapa bisa begitu? Ya itu tadi, karena siklus kelam seperti diatas. Karena daya kognisinya makin menurun. Karena otaknya makin stress dan tulalit. Dan akhirnya tidak bisa mikir kreatif untuk mewujudkan solusi perubahan nasib.

Jadi bagaimana caranya agar bisa memutus siklus atau lingkaran setan yang kelam seperti itu?

Ada dua langkah praktis yang mungkin bisa dilakukan.

Yang pertama, tetap bersyukur (always be grateful). Studi neurologi menunjukkan, orang yang rajin bersyukur bisa menyisakan ruang dalam otaknya untuk terus mampu berpikir dengan jernih – bahkan ditengah kesulitan keuangan yang mendera.

Kadang memang tidak mudah bersyukur saat gaji kurang dan biaya hidup makin naik (apalagi dolar sudah tembus 14.300. Uhuk ).

Namun alih-alih berfokus pada kesulitas hidup, dan memikirkan apa yang tidak kita punya; jauh lebih baik bersyukur dengan semua apa yang masih kita miliki (syukur masih punya pekerjaan, syukur masih punya keluarga, syukur masih punya anak-anak yang sehat, dst).

Tekun bersyukur bisa melawan kecemasan dan stress akibat memikirkan kondisi keuangan yang serba terbatas. Dan bisa menyisakan ruang dalam sel otak kita untuk jernih memikirkan solusi.

Rajin bersyukur, amazingly, akan membuat otak kita lebih tangguh. Dan tidak mudah menjadi tulalit.

Langkah kedua yang juga simpel : rajin-rajinlah menggerakkan tubuh (exercise atau olah raga). Puluhan studi sudah menujukkan betapa ampuhnya dampak olahraga rutin bagi kekuatan kapasitas sel otak kita.

Study after study menunjukkan rajin menggerakan tubuh secara aktif (walk, bike, run, swim, yoga, zumba, dll) punya peran kunci untuk menghilangkan stress (beban pikiran), dan bisa membuat sel otak kita tetap tajam dan mekar.

Orang yang gajinya pas-pasan mudah menjadi stress dan otaknya menjadi tulalit karena mungkin malas melakukan olah tubuh secara rutin.

Kalau tidak ada waktu khusus untuk olahraga, sebenarnya ada banyak cara untuk “bergerak” : naik tangga kantor lima lantai bolak balik, atau jalan kaki dari stasiun KA ke kantor dengan jarak 2 – 3 KM; semua ini sudah cukup untuk membuat sel otak Anda tidak layu dan bisa tetap tajam.

Demikianlah, paparan tentang kenapa orang yang gajinya pas-pasan, otaknya cenderung akan menjadi tulalit. Sebuah hasil studi yang cukup mengejutkan dan layak direnungkan (apalagi jika kebetulan saat ini, gaji Anda masih belum memadai ).

Saya juga sudah menuliskan dua solusi praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga agar daya kognisi Anda tidak menjadi mandul dan makin tulalit.

Always be grateful. Always move your body and soul.
To avoid your brain damage permanently.